Sabtu, 29 September 2012

Siadik Pemulung

  

SEBUAH PELAJARAN HIDUP

Tepat jam 7.00 aku bangun pagi. Kubuka jendela dan kuhirup udara yang pagi yang begitu segar. Tak lupa, aku mengucap syukur pada Tuhan : "Terima kasih Tuhan atas kebaikanmu sehingga Engkau masih memberikan aku kesempatan hidup didunia ini dalam keadaan sehat dan bahagia."

Seperti biasa aku melihat pohon manggaku yang sedang berbuah. Buahnya lebat dan tak sabar rasanya menunggu buah manggaku masak. Setiap orang yang melewati rumahku pasti akan melihat keatas. Kearah pohon manggaku yang berbuah lebat dan besar. Tapi sampah dedaunan dihalamanku begitu banyak. Sehingga aku ingin membersihkannya. 

Saat aku asyik membersihkan halamanku. Tiba - tiba kudengar suara "kresek .... kresek".  Sepertinya ada orang yang membongkar tong sampahku. Aku lihat dari balik pagar rumahku. Ternyata seorang anak kecil yang membawa karung. Dia membongkar tong sampah ku dengan kedua tangannya yang mungil dan ia menemukan dompet yang kubuang kemarin karena sudah jelek. Dia merasa bahagia karena menemukan dompet itu. Aku bertanya kepada adik kecil itu "Adik, Mengapa kamu merasa bahagia hanya karena menemukan dompet itu?"

"Hari ini ibuku ulang tahun. Aku tidak punya uang untuk membelikan ibuku sebuah kado. Ternyata Tuhan baik sekali kepadaku..... Disaat aku bingung, aku menemukan sebuah dompet yang masih bagus. Akhirnya aku punya kado buat ibuku." Ia menjawab dengan nada gemetar.

Hatiku tersentuh mendenga jawabannya. "Dek, tunggu sebentar ya..... ada yang mau kakak berikan buatmu"... Sambil berlari aku masuk kerumah mengambil uangku dan langsung keberikan apadanya. Tapi ia tidak mau menerimanya.Dia tertunduk diam. Aku merasa heran dengan sikapnya itu.

"Kenapa dek kamu tidak mau menerima uangnya ?"
"Gak kak... kata ibuku ... aku harus bekerja dulu setelah itu boleh menerima uang  "

Agar dia mau menerima uangku... aku suruh dia menyapu halamanku. Dengan senang hati dan semangat ia menyapu halamanku dengan bersih. Aku tertunduk malu kepada adik ini. Dia memberikan pelajaran bagiku bagaimana harus bersyukur setiap hari dalam keadaan apapun. Selama ini aku selalu bersyukur, apabila aku merasakan berkat dari Tuhan. Tapi adik ini... dalam keadaan apapun dia selalu bersyukur. Terima Kasih Tuhan ... Engkau menegurku melalui adik kecil ini............





Tidak ada komentar:

Posting Komentar