Kamis, 08 Agustus 2013

Adakah Pintu bagiku


MASIH ADAKAH PINTU BAGIKU

Perempuan di depanku wajahnya kuyu. Rambutnya agak acak-acakan, mungkin terkena angin dan tidak disisir lagi. Ada lingkaran hitam di sekitar matanya, mungkin kurang tidur, pikirku. Sebentar-sebentar dia melepaskan kaca matanya untuk menghapus air mata. Sudah berlembar-lembar tissue dia gunakan untuk mengeringkan air matanya. Aku hanya diam. Aku selalu tidak tahu apa yang harus aku katakan atau lakukan jika sudah menghadapi hal seperti ini. Kuhisap rokokku sambil menanti perempuan ini selesai menangis. Kubiarkan dia menumpahkan kesedihannya dalam tangis.

Setelah sesaat mulailah dia bercerita. Dia memperkenalkan namanya Retno dan berasal dari Sragen. Sudah hampir dua tahun lebih dia bekerja sebagai SPG (Sales Promotion Girl) di sebuah perusahaan kosmetik. Tuntutan pekerjaan membuat dia berani tampil modis. Memakai pakai yang mini dan make up tebal. Padahal sebetulnya dia tidak suka dengan semua itu. Dia pun harus berani menawarkan produknya pada siapa saja yang lewat di dekatnya. Tidak jarang dia digoda oleh kaum pria yang iseng.
Bahkan lebih parah lagi dia pernah diajak tidur. Seolah dia adalah perempuan murahan.

Semula dia menolak. Namun tuntutan untuk bisa hidup lebih layak dan keluhan dari orang tuanya yang miskin di Sragen, membuatnya terjebak. Suatu kali orang tuanya sakit keras dan membutuhkan biaya untuk perawatan di rumah sakit. Uang pensiun ayahnya yang hanya pegawai rendah di kecamatan, tidak cukup untuk membayar biaya rumah sakit. Jangankan membayar rumah sakit, untuk makan sebulan saja sudah tidak cukup. Dua kakaknya lelaki sudah menikah dan ekonomi mereka tidak jauh berbeda dengan orang tuanya. Dengan demikian kedua kakaknya tidak bisa diharapkan lagi untuk membantu orang tuanya.

Dalam kebingungannya seorang teman secara kasak kusuk menawarinya untuk menerima saja ajakan seorang pria. Setelah mengalami konflik batin akhirnya Retno menanggapi tawaran temannya itu. Uang yang diperoleh cukup besar, bahkan melebihi gajinya sebulan. Pertama dia melakukan hal
itu, timbul kegundahan dalam hati. Selama beberapa hari dia gelisah. Akhirnya dia memutuskan untuk meneruskan pekerjaan itu. Kalau dia berhenti, toh dia sudah tidak perawan lagi. Sudah tidak akan ada lagi pria yang sudi menerimanya. Dia sudah kotor dan menjijikan. Perempuan rendahan yang tidak punya susila dan moral. Perempuan yang bisa dibeli.

Selama hampir setahun Retno melakukan pekerjaan ganda. Secara materi dia jauh lebih baik dibanding saudara-saudaranya. Dia mampu mengirim uang pada orang tuanya setiap bulan. Dia bisa membeli berbagai perhiasan. Bajunya cukup bagus. Dia sudah bisa kontrak rumah, semula dia hanya kost di sebuah kamar ukuran 2X3. Tapi dia sering gelisah. Dia takut orang tuanya tahu apa sebenarnya pekerjaannya. Dia tidak tahan selalu berbohong pada orang tuanya. Dia ingin cerita apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tidak berani.

Suatu hari kakaknya mengetahui apa yang sebenarnya dilakukan Retno di Surabaya. Ayah dan ibunya sangat terpukul. Dengan menangis Retno menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Dia menceritakan mengapa dia melakukan semua itu. Ayahnya sangat marah mendengar penuturannya. Dia
tidak mau menerima apapun alasan yang dikatakan Retno. Baginya pekerjaan Retno sangat memalukan dan merendahkan martabat keluarga. Dia lebih baik mati dari pada sembuh dengan uang hasil dari perbuatan seperti itu. Retno terpuruk. Pengorbanannya selama ini hanya menghasilkan caci maki
dan perkataan yang sangat menyakitkan hati. Tapi dia berusaha menerima semuanya itu. Caci maki ayahnya tidak hanya berhenti pada hari itu, namun terus dilanjutkan setiap ada kesempatan. Hal ini membuat Retno tidak tahan di rumah. Dia pergi kembali ke Surabaya. Tangisan ibunya
tidak dia perhatikan lagi. Ibunya memang berusaha untuk memahami keputusan Retno, namun dia juga tidak kuasa akan kekerasan hati suaminya.

Namun di Surabaya Retno sudah memutuskan untuk melepaskan pekerjaannya. Dia ingin bekerja yang lain, meski harus mulai lagi dari nol dan gaji yang kecil. Dia tidak peduli. Keluar dari pekerjaan seperti ini ternyata tidak mudah. Beberapa pria masih berusaha menghubunginya lagi dengan segala rayuan. Teman-temannya juga tidak bisa mengubah pandangannya bahwa sekarang dia sudah ingin berhenti. Teman-temannya masih menganggap bahwa dia masih Retno yang dulu. Retno yang bisa dibawa oleh siapa saja yang punya uang. Retno murahan. Retno yang PS (pekerja seks).

Begitu sulitkah orang yang ingin bertobat? Apakah sekali orang jatuh dia akan selamanya jatuh? Begitu keluhnya. Aku diam. Banyak orang menilai seseorang dari masa lalunya. Dia mengikat orang pada masa lalunya. Sekali orang berbuat jahat, senantiasa dia akan dicurigai berbuat jahat.
Dulu temanku seorang preman juga mau bertobat, tapi tidak mudah. Dia harus berhadapan dengan teman-temannya sendiri. Dia sampai dipukuli oleh teman-temannya, sebab dia berani melarang temannya yang akan mencopet seorang ibu. Pertobatan ternyata membutuhkan keteguhan dan keberanian.
Aku pikir jika Retno tidak tabah, maka dia akan jatuh kembali pada masa lalunya. Kini dia sudah berani untuk hidup serba kekurangan, namun teman-temannya dan keluarganya tidak bisa melepaskan dia dari masa lalunya. Dia sulit untuk melepaskan predikatnya sebagai PS.
Banyak orang menyerukan agar seorang pendosa bertobat, tapi banyak orang juga sulit untuk menerima orang yang bertobat. Seolah dia menawarkan pintu tobat, namun ketika orang yang berdosa datang, segera pintu itu ditutup kembali rapat-rapat. Pandangan penuh kecurigaan,
ketidakpercayaan, pengungkitan masa lalu dan masih banyak kata dan sikap yang membuat seorang yang dicap pendosa merasa rendah dan merasa sia-sia pertobatannya. Buat apa bertobat jika semua orang masih memandangnya seperti dia yang dulu? Orang bertemu Yesus bisa bertobat, sebab Yesus
tidak mengungkit lagi masa lalunya. Maria Magdalena yang dulu dibebaskan dari 7 roh jahat, ternyata diijinkan mengikuti dan melayani Dia.
Ternyata Maria Magdalena pula yang mendapatkan penampakan pertama ketika Yesus bangkit. Aku hanya mengandaikan seandainya semua orang berani melihat orang pada saat ini. Orang berani melepaskan orang dari masa lalunya yang kelam. Orang masih berani dan memberikan kepercayaan pada orang-orang yang pernah jatuh untuk memulai suatu hidup baru. Tentu akan banyak orang yang bertobat. Aku sadar aku pun sering melihat orang dari masa lalunya. Aku sering tidak iklas dan curiga ketika orang yang dulu pernah menipuku datang lagi untuk pinjam uang. Aku selalu langsung menuduhnya bahwa uang itu pasti tidak akan dikembalikan lagi. Jangankan sampai pinjam, baru mendengar orang itu datang saja aku sudah mengadilinya bahwa dia akan menipuku lagi. Aku tidak memberikan kepercayaan padanya. Padahal aku menyerukan agar orang bertobat.

Seandainya aku jadi Retno, aku juga akan pedih. Mungkin aku tidak tahan menahan pandangan orang yang melecehkanku karena masa laluku. Dulu aku juga pernah jengkel, ketika teman-temanku semasa sekolah meragukanku menjadi seorang imam, sebab dulu aku bukan anak yang soleh dan alim. Aku
bersama teman-teman pernah mencuri ikan di tambak sampai pemiliknya merampas semua pakaian kami, sehingga kami pun harus telanjang bulat masuk kampung. Aku bersama teman-teman pernah ketangkap ketika sedang mencuri jambu air di rumah tetangga. Aku pernah dicaci maki seorang ibu
ketika bersama teman-teman menggoda anak gadisnya yang sedang berjalan bersamanya. Aku bersama teman-teman pernah diskors sebab tawuran ketika main sepak bola antar kelas. Kenakalan seperti ini saja membuat orang tidak percaya bahwa aku sekarang memilih jalan hidup seperti ini,
apalagi orang yang mempunyai masa lalu seperti Retno.
Yesus mengajarkan pengampunan sampai 70X7 kali. Namun itu tampaknya berat. Dia menunjukan bahwa sering kita mohon ampun pada Allah, namun kita tidak bisa mengampuni orang lain. Bahkan mengadili pendosa lebih kejam lagi (Mat 18:21-35). Apakah pintu tobat hanya terbuka jika kita
berhadapan dengan Allah? Atau apakah hanya Allah yang sanggup memberikan peluang bagi orang yang ingin bertobat untuk memulai hidup baru? Apakah kita tidak bisa sedikit membuka pintu tobat bagi orang berdosa? Beranikah kita menerima Zakheus seperti Yesus menerimanya?

Yesus menghendaki agar kita mencari orang berdosa dan membawanya kembali kejalan yang benar. Kesukacitaan satu orang yang bertobat seperti kesukacitaan seorang menemukan kembali dirhamnya yang hilang. Bahkan Yesus berani meninggalkan 99 dombaNya demi mencari satu yang tersesat.
Beranikah kita mencari domba yang tersesat dengan meninggalkan 99 domba yang kita miliki. Aku sering enggan untuk melakukan ini. Bagiku lebih enak bergaul dengan 99 domba itu dari pada susah payah mencari satu yang hilang. Kalau toh yang hilang itu kembali aku akan memarahinya mengapa
dia meninggalkan kelompoknya. Ini lain sekali dengan gambaran bapa yang baik hati. Dia tidak pernah menanyakan mengapa anaknya bisa berbuat jahat seperti itu. Dia tidak pernah menanyakan digunakan apa saja uang warisan yang dimintanya dulu. Hati bapa sangat suka cita begitu melihat
anaknya kembali. Betapa indahnya peristiwa ini. Bapa ini bisa melepaskan masa lalu anaknya. Dia hanya memandang penyesalan dan ketulusan anaknya untuk kembali.

Retno hanyalah salah satu dari sekian banyak orang yang ingin bertobat namun kerap terhalang oleh sikap, pandangan dan gunjingan kita. Aku harus belajar menerima Retno dan menghargai dirinya yang mau bertobat. Memandang Retno yang menyesal dan ingin mengubah hidup. “Ampunilah dosa
kami seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” Semoga hal ini bisa kulakukan dalam masa prapaskah ini.

salam

Selasa, 28 Mei 2013

AKU SAYANG AYAH



Di suatu pagi seorang ayah membacakan cerita untuk anak perempuannya. Setelah membacakan cerita,
si ayah bertanya kepada anaknya : Nak, apa kamu sayang Ayah…???”

Si anak menjawab, “Tentu saja aku sayang Ayah”
Ayahnya tersenyum lalu bertanya, “Kalau begitu, boleh, Ayah minta kalungmu…???”
Lalu si anak menjawab, “Ayah, aku sayang Ayah, tapi aku juga sayang sama kalung ini”
Lalu Ayahnya berkata, “Ya sudah tidak apa2, Ayah hanya bertanya saja” Si ayah lalu pergi.
Di hari berikutnya selama 3 hari berturut2, ayahnya menanyakan hal yang sama & si anak pun menjawab dengan kata-kata yang sama. Si anak berpikir sambil memegang kalung imitasi kesayangannya itu, “Kenapa tiba-tiba Ayah mau kalung ini…??? Ini kalung yang paling aku sayangi, kalung ini pun pemberian Ayah juga…”
Lalu hari berikutnya, sang Ayah menanyakan hal yang sama, lalu si anak berkata, “Ayah, Ayah tahu aku sayang sama Ayah & juga kalung ini. Tapi kalau Ayah mau kalung ini, ya sudah aku berikan ke Ayah” Si anak memberikan kalungnya & Ayahnya mengambilnya dengan tangan kiri, lalu Ayahnya memasukkan tangan kanannya ke saku kanan & mengambil kalung berbentuk sama namun emasnya asli.

Ayahnya mengenakannya pada leher anaknya. “Anakku, sebetulnya kalung ini sudah ada di saku Ayah sejak pertama kali Ayah meminta kalungmu, tapi Ayah menunggu kamu memberikan sendiri kalungmu itu & Ayah gantikan dengan yang lebih baik & indah…” Si anak menangis terharu.
Seringkali kita merasa Tuhan tidak adil. Tuhan yang memberikan tapi kenapa Tuhan juga yang
mengambilnya, kadang kita selalu sakit hati, sedih dan kecewa, tapi tidakkah kita tahu, di saat Tuhan mengambil sesuatu yang berharga dari kita, ternyata Tuhan punya rencana lain. Tuhan mau menggantikannya dengan yang LEBIH BAIK lagi dari apa yg sudah kita miliki sekarang.
Sahabatku Terimalah apapun yg kita alami (bersabar), Berilah apa yang harus kita berikan (beramal), Kembalikanlah apa yang diminta oleh Tuhan (ikhlas), dan Tetaplah bersyukur, maka rejekimu akan dilipat gandakan.

Kamis, 23 Mei 2013

PUISI UNTUK AYAH TERSAYANG

Ayah Selalu di Sisi
oleh trifani dinda ayu permata

ayah aku rindu pada mu
aku sayang pada mu
aku cinta pada mu
dan aku tak bisa melihat ayah lagi
mengapa ayah meninggal kan aku??
apakah ayah tidak sayang padaku???
tapi aku yakin...
ayah akan selalu ada di sisi ku...

Ilove you father.....

UNTUK AYAH
oleh Uri Ayuni

Disaat malam hari ku tatap bintang dan bulan yang menerangi bumi,
disaat itu pula aku teringat akan dirimu ayah,,,
aku merindukanmu,, yang tlahh pergi
meninggalkan ku,, untuk selama lama nya,,,
di mana pun aku berada,, aku akan selalu mengingat mu ayah,,,
andai engkau ada menemani hari hari ku ,,. Hidup ku akan terasa lebih
sempurna dengan ada nya dirimu ayah,,,
tapi itu semua hanya mimpi ku,,.
Aku di sini hanya bisa berdo'a untuk mu ayah,,.
Semoga kau tenang disana,,,,.
Aku,, anakk mu , setiap detikk meridukan mu


Dari Hati untuk Pahlawan Hidupku
(Untukmu Seorang bapak)
Puisi Ayah karya Ibnu Abhi

Meski suaramu
Tak semerdu nyanyian lembut seorang ibu
Kau membingkaiku dengan nada nada ketulusan
Yang mengantarkan hatiku. . .
Menuju lembah tinggi. .
Bernama kedamaian
Meski sentuhanmu tak selembut belaian suci seorang ibu
Namun dengan dekapanmu. . .
Ku terhangatkan dengan kasihmu
Ku terlenakan
Dengan cintamu

Tangisku berderai
Kala ku ingat ucapan indahmu menimangku
Kala ku sentuh tubuh letihmu menjagaku

Seperti karang menjaga debu pasir
Kau jaga aku. . .
Kau lindungiku
Dari kotoran raga dan jiwa yang kan basahiku. .
Kau rela di terpa deburan buih
Yang berlalu
Demi aku
Demi anakmu. . .

Seakan tak pernah lelah
Kau hapuskan tetes air mataku
Seakan tak pernah bosan
Kau redamkan aku dari tangisan

Ku urai hati ini
Untukmu
Untuk segalanya yang tlah kau labuhkan pada dermaga hidupku
Hanya sebentuk puisi
Dari ketulusan hati
Untukmu bapakku
Terima kasih. . . .


UNTUKMU AYAHKU
Puisi Ayah karya Dina Sekar Ayu

Di keheningan malam..
Datang secercah harapan...
Untuk menyambut jiwamu datang...
Sebercik harapan agar kau kembali pulang..
Hanya sepenggal kata bijak yang bisa kutanamkan...
Duduk sedeku, tangan meminta, mulut bergoyang, jatuh air mata...
Tapi apalah daya..
Semua harapan hilanglah sirna..
Karena kau telah tiada..
Ayahku tercinta..


Aku merindukanmu Ayah
Puisi Ayah karya Umii Kulsum

Ayah..
Kini ku rasakan hidup tanpamu
Aku sepi hidup tanpa mu
Namun ini harus ku jalani
Walau terasa sangat berat ku jalani

Ayah...
Terima kasih atas semuanya
Semua kasih sayang yang kau curahkan
Semua pengorbanan yang kau lakukan

Ayah...
Kini aku merindukanmu
Merindukan saat-saat bersamamu
Merindukan kasih sayang darimu

Ayah...
Ingin rasanya aku berjumpa denganmu
Walau hanya dalam mimpiku
Walau hanya memandang wajahmu

Saat ku butuh ayah
Saat ku rindu ayah
Hanya selembar foto peninggalmu
Yang dapat mengobati rasa rinduku

Tuhan..
Sungguh aku tak pernah rela kehilangan dia
Namun aku sadar semua ini milikimu
Dan akan kembali kepadamu

Tuhan...
Jagalah dia selalu
Bahagiakan dia di sisimu
Karena dia adalah ayah terbaikku

Selamat jalan ayah
Semoga engkau bahagia di sisi-Nya
Semoga kita dapat berkumpul lagi di dalam surga-Nya
Nantilah aku ayah...

Aku sangat merindukanmu ayah...


Segurat Bayangan Tua
Puisi Ayah karya Fatkuryati

Teduhnya sore ini hampir menampakkan kemuning senjanya,,
mengaburkan lamunan yang sesekali menciptakan kebisuan,,
ada segurat bayangan tua dibenakku,
mengintaiku seolah ingin menghancurkan puing-puing lamunan itu,,
sebuah bayangan klise tersenyum dengan kerut di pipinya,,
0h Tuhan,,
senyum itu adalah senyum yang dulu biasa ku lihat setiap saat,,
senyum yang slalu bisa ku miliki,,
dan senyum dari seseorang yang selalu mampu buat hati ini bergetar..

ayah,,
aku tau,, kau datang untuk menjengukku...
Memastikan keadaanqu..
Meskipun hadirmu hanya dalam bentuk klise,,
tapi aqu tetap merasa kau nyata...


Hilangmu,, Piluku
Puisi Ayah karya Fatkuryati

Seandainya,,,
Matahari itu adalah rasa intimku dengan ayah
Aku tak tahu bagaimana menghadirkan kembali matahari itu
Satu-satunya matahari yang terbit kemarin
telah ditelan garhana berkepanjangan
Apakah ini cemburu,,,???
Entahlah,, aku tak tahu....
Aku hanya merasakan rasa memilikiku terusik oleh seseorang
yang seharusnya tak boleh mengganggu keintimanku dengan ayah
Tapi,, aku tak bisa mencegahnya
Sorot langkahnya begitu yakin untuk mengambil ayah dari pelukanku....
Jika memang aku harus membiarkanmu hilang,,
Tak apa...
Piluku kini mungkin akan sirna nanti..

Jumat, 30 November 2012

Underestimated Others


Have you ever seen a caterpillar? Each person would be disgusted to see it. With the color white, slimy, dirty and ugly. But, in life .... caterpillar can walk to the top of the plants to get food. In all his shortcomings, he was able to eat a lot of leaves in a day. Day after day, week after week and passed. He did not care and continued to fight for his life. Until the level of life, where she became a beautiful butterfly. He is flying and everyone who sees it will be impressed with the beautiful wings.

As our lives, sometimes people underestimate us. Insulting us and consider us lower. But we should not hate them or revenge. We need not care what they say. They are not necessarily better than us.

We make them is to whip us into shape a better person than them. Currently you are caterpillars for them. But I'm sure you'll be a butterfly for them someday. You are a special creation of God.

SPIRIT MAKES YOU COME TO SUCCESS .....
By. Florentina S

Kamis, 29 November 2012

BATAK MYTH FROM INDONESIA

BORU NATUMANDI HUTABARAT

This girl always seclusion by her parents because her face is quite beautiful like an angel. In his day, is believed to be the prettiest girl among the girls in Silindung (Tarutung). Not surprisingly, many men are crazy about him. But according to the story the girl and her family descendants who are still alive last married to a snake.

Starting at the boru Natumandi diusianya already grown up, have their daily work as a petenun ulos. In a special place provided by their parents, every day The boru Natumandi more often alone while weaving, loneliness was not because of his desire to escape from the village girls her age, but because his parents was the memingit being too dear.

One of the villagers Hutabarat Hutabarat Lomo (51) who claimed a family lineage with Si Boru Natumandi recently said that former hometown Si Boru Natumandi is in the hamlet of Banjar Nahor, Hutabarat village, but the village was later moved about 500 meters of the former village, and now called Banjar village Nauli.


Lomo is said Hutabarat, that of the three children of the King of Nabarat (Hutabarat) among others Sosunggulon, Hapoltahan and Pohan, Si Boru Natumandi said to be derived from the offspring Hutabarat Pohan. The descent Meanwhile two other Natumandi boru L Hutabarat (76) tells us, that he did not know exactly the real story on Si Boru Natumandi, he said there are several versions of the legend of this beautiful girl.


Here's the story of an unknown Siboru Natumandi L Hutabarat. One day at noon, Si Boru Natumandi particularly busy weaving hut, suddenly a large snake imitation to him, allegedly saying magic snake that surnamed Simangunsong came from the island of Samosir. As the snake was trying to approach the boru Natumandi, he actually saw the figure of the serpent was a mighty man, and handsome. At that moment, the snake tried to seduce and persuade Si Boru Natumandi to marry him.


Seeing the looks and stout snake imitation, the boru Natumandi The proposal was finally accepted, after a courtship received, the snake then invite Si Boru Natumandi to go towards the direction of the river and past Aek Situmandi baths everyday boru Natumandi The River Aek Hariapan. From there, they left a message to parents Si Boru Natumandi by sowing rice husk from the weave down to Liang Si Boru Natumandi now. Messages at once the sign was meant to be Mr / Ms and all the family to know that he has gone to be married to a man, which is meaningful to husk rice husk where it ends, that's where Si Boru Natumandi located.


In the afternoon, when her parents came home from cultivation, they began to suspect saw their only daughter no weave in place and also not home, her parents finally decided to inform people around to do a search.


Seeing rice husks are scattered like an endless line of sign and Si Boru Natumandi discovery until the next day, finally sprinkling bran on the banks of the river and ended disebuah Aek Situmandi burrow / cave which is only about 500 meters from my hometown Natumandi Si Boru Boru is believed that Si Natumandi married to a snake.


Yet another version of the story, it turns out The boru Natumandi not marry a snake that surnamed Simangunsong, but the snake is actually leaving the boru Natumandi disebuah stretch just not inhabited.


Once abandoned, Si Boru Natumandi constantly crying because the snake had been fooled, but when it came and approached a shepherd, the shepherd was also fascinated to see the beauty of body and beauty, then sipengembala him to want to marry him. It is said that in this version, the shepherd is said SINAGA surname.


The shepherd then brought to the island of Si Boru Natumandi SAMOSIR to marry. Later generations of the descendants and the shepherd Natumandi Boru Sinaga surname is in Samosir, the offspring is said to have tried to find the origin of the boru Natumandi (To search for a bone / uncle). Effort begins with the crossing of Lake Toba with a wooden boat to the city by bringing some food Tarutung typical Batak peoples. But when he got in Sipoholon (City of Prior Tarutung currently) no descendants Hutabarat Pohan dwelt there, from the descendants of King Nabolon Donda King.


When asked about the group Si Boru Natumandi, descendants of Raja Raja Nabolon Donda living in Sipoholon readily admit that they are the descendants of the boru Natumandi, and then the food brought direct descendant of the boru Natumandi they have received to the celebration event finally got underway. Whereas boru Natumandi The actual descent was the second son of the King of the Hutabarat Pohan Nagodang hitherto still living in the hamlet of Banjar Nauli.


After the celebration event is done, the group Si Boru Natumandi descendants also went back to Samosir to tell the news to the family. But when the boat across Lake Toba in which they were submerged until everything in the boat died.


The next version, Si Boru marry Natumandi official said, according to an L Hutabarat, because ever since she was a little girl never seen an urn made of wood where the dowry Natumandi Boru Boru SIMATUPANG brother home. At that time, boru L Hutabarat Simatupang told that the urn is the boru Natumandi dowry.


Urn is said to have its own history, in which the contents of the urn is just filled with turmeric that will someday be turned into pieces / gold bullion, it is given and confirmed boru Natumandi The husband's family who have supernatural powers, and then his parents were asked not to open the jar was before seven days and seven nights. However, the parent Si Boru Natumandi breaking demand.


After his parents opened the jar, it is already starting to change turmeric becoming pure gold bullion. Also experienced misfortune The boru Natumandi parents at the time. The age when parents move boru Natumandi ujur, eventually they hoard gold in Dolok Siparini (Still in the Village Hutabarat) fear will become a bone of contention for his younger brothers and his family (from the man) sometime in the future, because many of his family who knows about the story of this jar.


Currently, the location of Cave Liang Si Boru Natumandi serve as one of the attractions by Regency Taput. Many people visit this place to ask for fortune or anything else. It proved to be in locations where burrows Si Boru Natumandi are piles of offerings in the form of cigarettes puntungan puntungan-arranged basis and some betel leaf petals. Unfortunately, the arrangement is less attraction to the attention of the district government of North Tapanuli. Because around this location, there is still no good arrangement attractions, and there are many caves in the area of ​​waste.

Rabu, 31 Oktober 2012

KIREY KECILKU

Dalam perjalanan panjang... tak lelah kuberjalan...
Mencari dan terus mencari.....
Bagaimana caranya agar engkau hadir dihidupku...
Sebagai tanda kesempurnaan hidup ini...

Caci dan maki mereka lontarkan kepadaku....
tapi itu tidak membuat aku menyerah...
Aku berharap hinaan mereka menjadi berkat bagiku....
Aku tidak mau menyalahkan orang lain...
tapi aku punya satu keyakinan yaitu...
Cinta dan Harapan akan membawaku kepada kehadiranmu....

Ingin kememelukmu...
Merasakan harum wangi tubuhmu..
Dan mengatakan betapa aku sangat mendambakanmu...
Disini ...
Disisiku...

Ingin aku merasakan...
Genggaman jari indahmu...
Melihat tawamu saat ku melihatmu tertidur...
Oh Kirey  Kecilku...
Hadirlah dalam hidupku....
Aku percaya....
Aku percaya...
Aku akan memilikinya.......

by. Florentina S


















































Sabtu, 29 September 2012

Siadik Pemulung

  

SEBUAH PELAJARAN HIDUP

Tepat jam 7.00 aku bangun pagi. Kubuka jendela dan kuhirup udara yang pagi yang begitu segar. Tak lupa, aku mengucap syukur pada Tuhan : "Terima kasih Tuhan atas kebaikanmu sehingga Engkau masih memberikan aku kesempatan hidup didunia ini dalam keadaan sehat dan bahagia."

Seperti biasa aku melihat pohon manggaku yang sedang berbuah. Buahnya lebat dan tak sabar rasanya menunggu buah manggaku masak. Setiap orang yang melewati rumahku pasti akan melihat keatas. Kearah pohon manggaku yang berbuah lebat dan besar. Tapi sampah dedaunan dihalamanku begitu banyak. Sehingga aku ingin membersihkannya. 

Saat aku asyik membersihkan halamanku. Tiba - tiba kudengar suara "kresek .... kresek".  Sepertinya ada orang yang membongkar tong sampahku. Aku lihat dari balik pagar rumahku. Ternyata seorang anak kecil yang membawa karung. Dia membongkar tong sampah ku dengan kedua tangannya yang mungil dan ia menemukan dompet yang kubuang kemarin karena sudah jelek. Dia merasa bahagia karena menemukan dompet itu. Aku bertanya kepada adik kecil itu "Adik, Mengapa kamu merasa bahagia hanya karena menemukan dompet itu?"

"Hari ini ibuku ulang tahun. Aku tidak punya uang untuk membelikan ibuku sebuah kado. Ternyata Tuhan baik sekali kepadaku..... Disaat aku bingung, aku menemukan sebuah dompet yang masih bagus. Akhirnya aku punya kado buat ibuku." Ia menjawab dengan nada gemetar.

Hatiku tersentuh mendenga jawabannya. "Dek, tunggu sebentar ya..... ada yang mau kakak berikan buatmu"... Sambil berlari aku masuk kerumah mengambil uangku dan langsung keberikan apadanya. Tapi ia tidak mau menerimanya.Dia tertunduk diam. Aku merasa heran dengan sikapnya itu.

"Kenapa dek kamu tidak mau menerima uangnya ?"
"Gak kak... kata ibuku ... aku harus bekerja dulu setelah itu boleh menerima uang  "

Agar dia mau menerima uangku... aku suruh dia menyapu halamanku. Dengan senang hati dan semangat ia menyapu halamanku dengan bersih. Aku tertunduk malu kepada adik ini. Dia memberikan pelajaran bagiku bagaimana harus bersyukur setiap hari dalam keadaan apapun. Selama ini aku selalu bersyukur, apabila aku merasakan berkat dari Tuhan. Tapi adik ini... dalam keadaan apapun dia selalu bersyukur. Terima Kasih Tuhan ... Engkau menegurku melalui adik kecil ini............